Harga Domain ID Tembus 57 Juta

Harga Domain ID Tembus 57 Juta, TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menutup pendaftaran nama domain internet berakhiran .id atau “Apapun.id”, Kamis (17/4/2014).  Menurut Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, cukup banyak aplikasi yang tidak disetujui karena tidak memiliki sertifikat merek atau bukti pendaftaran nama merek dari Ditjen Hak Kekayanan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pada periode Sunrise, Pandi mencatat ada delapan kasus sengketa nama domain internet berakhiran .id. Sengketa terjadi jika ada satu nama domain yang didaftarkan oleh dua pihak atau lebih. Delapan nama domain itu adalah: andro.id, bcainsurance.id, bola.id, hotel.id, indoglobal.id, jobs.id, tiket.id, dan toto.id.

Sengketa nama domain diselesaikan dengan cara lelang. Pihak yang mengajukan penawaran tertinggi lah yang berhak menggunakan nama domain terkait.

Domain andro.id dimenangkan oleh Andy Hidayat dari PT Wellgrow Investment yang mengajukan penawaran Rp 14 juta. Domain tiket.id dimenangkan oleh Sebastian Togelang dari PT Puncak Teknologi Indonesia. Sementara pihak yang mengajukan penawaran lelang tertinggi, sebesar Rp 57 juta, adalah Tony Suryanto dari PT Surya Toto Indonesia yang memenangkan domain toto.id

http://www.bromoijentourism.com Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo mengungkapkan, cukup banyak pemegang merek yang belum mendaftarkan nama domain Apapun.id. “Banyak pemegang merek yang sebelumnya sudah memiliki domain co.id. Mereka kebanyakan memilih mendaftarkan domain Apapun.id-nya pada Periode Grandfather,” ungkap Sigit.

Setelah Periode Sunrise, mulai 21 April akan dilaksanakan Periode Grandfather hingga 13 Juni 2014. Ini merupakan periode prioritas untuk pemilik Domain Tingkat Dua (DTD) .id, seperti pemilik domain co.id, net.id, biz.id, web.id, or.id, my.id, sch.id, ac.id, go.id, mil.id, dan desa.id.

Jokowi Beli Domain Id

Jokowi Beli Domain Id, TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menutup pendaftaran nama domain internet berakhiran .id atau “Apapun.id”, Kamis (17/4/2014). Menariknya, dari 807 domain yang disetujui ada domain atas nama Jokowi.

http://www.tejahtc.com/unit-link-terbaik-di-indonesia-commonwealth-life-investra-link/ Dari dunia politik Indonesia, tampaknya hanya bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, yang mendaftarkan nama domain jokowi.id. Domain ini didaftarkan oleh Seknas Jokowi, sebuah kelompok relawan pendukung calon presiden tersebut.

Selain nama-nama populer, muncul juga nama-nama yang cukup unik seperti jomblo.id, bobotoh.id, bangsawan.id, atau user.id. Selain itu ada pula nama populer yang mendaftarkan domain berakhiran .id, seperti astra, detik, tempo, kaskus, bca, telkom, matahari, polytron, ultrajaya, dan lainnya.

Menurut Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, cukup banyak aplikasi yang tidak disetujui karena tidak memiliki sertifikat merek atau bukti pendaftaran nama merek dari Ditjen Hak Kekayanan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pakar Seo Indonesia Periode prioritas bagi pemegang merek dilakukan untuk menghindari perselisihan nama domain internet di kemudian hari. “Dengan adanya tiga bulan periode prioritas untuk pemegang merek ini, kami berharap potensi perselisihan di masa depan dapat ditekan,” ujar Andi.